Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo


Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo

Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo

Satu tahun lalu.

Buku dengan judul “Lumpur Masih Menggila Dengarkan Anak-anak Bercerita” ini untuk mengingat kembali peristiwa semburan Lumpur Lapindo dan banyaknya permasalahan yang terjadi akibat Lumpur Lapindo. Buku yang berisi kumpulan puisi ini merupakan bukti nyata apa yang telah terjadi dan apa dampak dari Lumpur Lapindo.

Cerita dan puisi dalam buku ini ditulis sendiri oleh anak-anak korban Lumpur Lapindo yang duduk di bangku SD hingga SMP.

Lagi

Masjid Desa Besuki


Masjid Desa Besuki

Masjid Desa Besuki

Lagi

Pipa Lumpur Lapindo


Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo

 

 

Pipa Lumpur Lapindo


Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo ini digunakan untuk mengalirkan Lumpur Lapindo menuju Sungai Porong. Sungai yang menopang kehidupan warga ini telah tercemar sejak pembuangan Lumpur Lapindo pada tahun 2006.

Air dari Sungai porong ini digunakan untuk mengairi sawah dan tambak. Petani (sawah dan tambak) mengeluh turunnya hasil panen mereka. Kerugian juga terjadi karena pertumbuhan ikan yang tidak bisa sesegar dan sebesar dulu sebelum pembuangan Lumpur Lapindo ke Sungai Porong.

Peringatan Tujuh Tahun Lumpur Lapindo


Bersama Aktifis Jatam dan Walhi Dalam Peringatan 7 Tahun Lumpur Lapindo

Bersama Aktifis Jatam dan Walhi Dalam Peringatan 7 Tahun Lumpur Lapindo

29 Mei bukan hanya tanggal untuk mengingatkan kita pada peristiwa semburan lumpur yang menyembur di area pengeboran PT. Lapindo Brantas. Namun pada tanggal ini juga digunakan untuk Peringatan Hari Anti Tambang yang ditetapkan oleh Jatam agar masyarakat selalu ingat dan tahu bahwa aktifitas tambang selalu mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan banyak korban.

Bukan hanya di Porong. Peringatan Hari Anti Tambang ini juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Di Ternate, Maluku Utara, aksi teatrikal di beberapa lokasi seperti kampus, pusat kota dan di laut. Di Manado, warga dan aktivis menggelar aksi di depan kantor Gubernur. Para aktivis dan warga di Palu juga menggelar aksi gugatan ke Pemda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan diskusi Hatam. Di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara (Sultra) ada pameran foto “Daya Rusak Tambang” dan aksi teatrikal masyarakat dan mahasiswa.

Lagi

Hanya Masjid Yang Tersisa


Hanya Masjid Yang Tersisa

Hanya Masjid Yang Tersisa

Desa Besuki yang terletak di sisi selatan tanggul penahan Lumpur Lapindo masuk dalam area terdampak dan telah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Di desa ini hanya masjid inilah yang terlihat masih kokoh berdiri ditengah hamparan puing bangunan rumah warga yang telah dibongkar.

29 Mei 2013 adalah tujuh tahun Lumpur Lapindo menyembur di bumi Porong. Dalam tiga tahun ini sudah tiga kecamatan yang tenggelam diantaranya Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangi dan Kecamatan Jabon. Desa Besuki adalah salah satu desa yang masuk dalam Kecamatan Jabon.

Lumpur Lapindo Bukan Lumpur Sidoarjo


Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo

Lumpur Lapindo. Bukan Lumpur Sidoarjo atau Lumpur Porong.

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: