Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo


Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo

Launching Buku Untuk Peringatan 6 Tahun Lumpur Lapindo

Satu tahun lalu.

Buku dengan judul “Lumpur Masih Menggila Dengarkan Anak-anak Bercerita” ini untuk mengingat kembali peristiwa semburan Lumpur Lapindo dan banyaknya permasalahan yang terjadi akibat Lumpur Lapindo. Buku yang berisi kumpulan puisi ini merupakan bukti nyata apa yang telah terjadi dan apa dampak dari Lumpur Lapindo.

Cerita dan puisi dalam buku ini ditulis sendiri oleh anak-anak korban Lumpur Lapindo yang duduk di bangku SD hingga SMP.

Lagi

Iklan

Masjid Desa Besuki


Masjid Desa Besuki

Masjid Desa Besuki

Lagi

Pipa Lumpur Lapindo


Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo

 

 

Pipa Lumpur Lapindo


Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo

Pipa Lumpur Lapindo ini digunakan untuk mengalirkan Lumpur Lapindo menuju Sungai Porong. Sungai yang menopang kehidupan warga ini telah tercemar sejak pembuangan Lumpur Lapindo pada tahun 2006.

Air dari Sungai porong ini digunakan untuk mengairi sawah dan tambak. Petani (sawah dan tambak) mengeluh turunnya hasil panen mereka. Kerugian juga terjadi karena pertumbuhan ikan yang tidak bisa sesegar dan sebesar dulu sebelum pembuangan Lumpur Lapindo ke Sungai Porong.

Korban Lumpur Lapindo Mengadakan Peringatan Hari Ibu


Senam Pagi

Senam Pagi

Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember menjadi momen tersendiri bagi ibu-ibu. Pada 22 Desember 2012 kemarin korban Lumpur Lapindo yang tergabung dalam Komunitas Ibu-Ibu Jimpitan yang berada di Desa Besuki mengadakan peringatan Hari Ibu di bekas jalan tol Surabaya-Gempol.  Tema dari acara ini adalah “Dengan Semangat Hari Ibu Stop Pembodohan Pembohongan Penindasan” Lagi

Usaha Sablon Korban Lumpur Lapindo


Usaaha Sablon Korban Lumpur Lapindo

Usaaha Sablon Korban Lumpur Lapindo

Lagi

Senja Di Tanggul Lumpur Lapindo


DSSenja Di Tanggul Lumpur Lapindo

Senja Di Tanggul Lumpur Lapindo

Jika kita melihat foto ini apa yang kita rasakan?

Keindahan?

Ya. Memang indah. Namun didalam keindahan ini terdapat puluhan ribu rumah yang tenggelam. Lumpur Lapindo yang semakin ramai dengan pengunjung dan menjadi temppat wisata masih menyisakan banyak masalah. Dua dari sekian banyaknya maslah yang timbul akibat Lumpur Lapindo adalah pencemaran lingkungan dan kesehatan.

Untuk mengurangi debit lumpur dalam tanggul, pihak BPLS mengalirkan lupur ini ke Sungai Porong. Dampak dari pembuangan ini adalah pencemaran air di Sungai Porong. Selain itu banyak tambak yang mengalami penurunan jumlah panen karena banyak ikan yang mati dan ikan tidak bisa tumbuh dengan baik. Ya. Air di Sungai Porong ini juga digunakan untuk mengaliri sawah dan tambak.

Kesehatan yang terganggu karena air dan udara yang tercemar juga masih menjadi problem korban Lumpur Lapindo hingga tahun 2013 ini. Korban Lumpur Lapindo yang sebelumnya dapat menggunakan air sumurnya sebagai kebutuhan mandi, makan, minum dan mencucui kini mereka harus membeli air untuk makan dan  minum karena air mereka telah tercemar sejak tahun 2006. Secara otoomatis membuat pengeluaran mereka bertambah karena harus membeli air.

Keindahan dibalik masalah. Inilah yang terjadi.

Previous Older Entries

%d blogger menyukai ini: