Peringatan Tujuh Tahun Lumpur Lapindo


Bersama Aktifis Jatam dan Walhi Dalam Peringatan 7 Tahun Lumpur Lapindo

Bersama Aktifis Jatam dan Walhi Dalam Peringatan 7 Tahun Lumpur Lapindo

29 Mei bukan hanya tanggal untuk mengingatkan kita pada peristiwa semburan lumpur yang menyembur di area pengeboran PT. Lapindo Brantas. Namun pada tanggal ini juga digunakan untuk Peringatan Hari Anti Tambang yang ditetapkan oleh Jatam agar masyarakat selalu ingat dan tahu bahwa aktifitas tambang selalu mengakibatkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan banyak korban.

Bukan hanya di Porong. Peringatan Hari Anti Tambang ini juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Di Ternate, Maluku Utara, aksi teatrikal di beberapa lokasi seperti kampus, pusat kota dan di laut. Di Manado, warga dan aktivis menggelar aksi di depan kantor Gubernur. Para aktivis dan warga di Palu juga menggelar aksi gugatan ke Pemda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan diskusi Hatam. Di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara (Sultra) ada pameran foto “Daya Rusak Tambang” dan aksi teatrikal masyarakat dan mahasiswa.

Aksi Korban Lumpur Lapindo Dalam Peringatan Tujuh Tahun Lumpur Lapindo

Aksi Korban Lumpur Lapindo Dalam Peringatan Tujuh Tahun Lumpur Lapindo

Di Porong, warga korban lumpur lapindo melakukan aksi jalan kaki dari Pasar Porong (lama) hingga tanggung Lumpur Lapindo yang berada di Desa SIring. Aksi ini diikuti oleh seluruh korban Lumpur Lapindo baik yang berada dalam tanggung jawab pihak lapindo maupun yang berada dalam tanggung jawab pemerintah. Tua muda besar kecil laki dan perempuan bergabung dalam aksi ini.

Berbagai suara korban Lumpur Lapindo dituangkan dalam bentuk komik kardus dan spanduk. Korban Lumpur Lapindo ingin mengingatkan pada masyarakat luas bahwa kasus ini belum selesai. Selain itu, seperti yang kita ketahui bahwa pemilik PT. Lapindo Brantas (Aburizal Bakri) akan mencalonkan dirinya sebagai presiden pada Pemilu 2014. Ia  juga sudah mulai menyebar spanduk dan iklan untuk menarik simpati rakyat. Disaat inilah korban Lumpur Lapindo membuat kampanye tandingan dengan membuat komik kardus yang berisi siapa bakri dimata mereka. Seperti pada komik karduss yang terlihat terdapat tulisan “ARB Rakus” beserta gambar tikus dan koran komik yang bertuliskan “Awas Jangan pilih Aku” dengan gambar orang yang berpakaian kuning.

Aksi Menuju Tanggul Siring

Aksi Menuju Tanggul Siring

Aksi ini membuat sebagian jalan Raya Porong ditutup. Ogoh-ogoh berbentuk Bakrie diarak dari Pasar Porong (Lama) menuju tanggul siring yang nantinya akan diceburkan kedalam Lumpur Lapindo).

Suara Kami Tak Pernah Padam

Suara Kami Tak Pernah Padam

“Suara Kami Tak Pernah Padam” adalah tema dalam aksi peringatan 7 Tahun Lumpur Lapindo kali ini.

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Penjagaan Disepanjang Jalan Raya Porong dan Disekitar Area Aksi

Dengan dibantu pihak kepolisisan dan juga tentara aksi ini dapat berjalan lancar.

Pak Supir pun Memberikan Dukungan

Pak Supir pun Memberikan Dukungan

Acungan jempol dari pak supir ini menambah semangat korban Lumpur Lapindo dalam melakukan aksi. Semangat yang tak pernah padam ini sejalan dengan tema yang diusung yaitu “Suara Kami Tak Pernah Padam”.

Bung Rokhim Memimpin Jalannya Aksi

Bung Rokhim Memimpin Jalannya Aksi

Dalam orasinya, berkali-kali bapak empat anak yang biasa dipanggil bung rokhim ini mengingatkan padda korban bahwa permasalahan Lumpur Lapindo belum selesai.

Curahan Hati Dalam Komik Kardus

Curahan Hati Dalam Komik Kardus

Beberapa curahan hati dalam komik kardus dapat dilihat dalam gambar dibawah ini

"Aku Raja Bohong"

“Aku Raja Bohong”

Pastinya kita sudah tahu bukan siapa sosok dalam gambar tersebut?

"Tanah Kami Telah Hancur"

“Tanah Kami Telah Hancur”

Eksplorasi Bumi = Kehancuran Bumi

Eksplorasi Bumi = Kehancuran Bumi

"Bakrie Perusak Bumi"

“Bakrie Perusak Bumi”

"Aku Tidak Butuh Lumpur, Aku Hanya Butuh Minyak dan Gas Dari Dalam Tanahmu"

“Aku Tidak Butuh Lumpur, Aku Hanya Butuh Minyak dan Gas Dari Dalam Tanahmu”

"Selamatkan Bumi Kita, Stop Tambang"

“Selamatkan Bumi Kita, Stop Tambang”

"Jangan Tunggu Lumpur Menguning, Selesaikan Tanggung Jawabmu"

“Jangan Tunggu Lumpur Menguning, Selesaikan Tanggung Jawabmu”

Ogoh-Ogoh Bakrie Dalam Lumpur

Ogoh-Ogoh Bakrie Dalam Lumpur

Setelah ogoh-ogoh Bakrie diceburkan dalam Lumpur Lapindo, beberapa korban melemparkan lumpur ketubuh Bakrie.  Wayang kardus dan beberapa boneka sawah juga ditancapkan dalam lumpur. Bentuk kekesalan korban berlanjut dengan melemparkan Lumpur Lapindo tepat di muka Bakrie.

Monumen Tragedi Lumpur Lapindo

Monumen Tragedi Lumpur Lapindo

Monumen tragedi Lumpur Lapindo ini dibuat agar seluruh masyarakat yang ingin melihat lumpur dapat mengetahui masalah yang terjadi pada korban.

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi korban Lumpur Lapindo. Tujuh tahun korban menghirup udara beracun  yang keluar dari semburan. Tujuh tahun korban yang berada dalam tanggung jawab Lapindo hidup tak menentu karena proses ganti rugi yang belum juga selesai. Pihak BPLS hingga saat ini juga tidak pernah mengeluarkan informasi mengenai bahaya Lumpur Lapindo.

SUARA KAMI TAK PERNAH PADAM!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: