Saatnya Kembali Ke Organik


Di zaman yang modern ini semua serba cepat dan efisien. Jika menginginkan jus buah kita tidak perlu membuatnya atau menunggu penjual membuatkan jus yang kita pesan karena di warung dan minimarket banyak tersedia jus yang siap minum. Contoh lain ketika kita membeli sayur dan buah pasti kita akan memilih yang masih segar dan bagus. Bagus dalam arti sayur tersebut masih utuh tanpa gigitan ulat.

Semua mengingkan kecepatan karena efisiensi waktu. Namun yakinkah kita jika jus buah yang kita beli di minimarket itu adalah buah yang baik? Begitu pula dengan sayur yang bagus. Yakinkah kita jika sayur yang  bagus ttersebut adlah sayur yang sehat?

Sayur yang berwarna cerah dan tanpa gigitan ulat atau binatang lainnya tentu menarik perhatian kita. Namun yang perlu kita ketahui adalah ulat tidak akan memakan sayur atau buah yang banyak mengandung pestisida. Sehingga buah atau sayur yang sehat adalah yang terdapat bekas gigitan ulat. Itu menurut saya.  Selain pestisida, banyak bahan kimia untuk  memepercepat pertumbuhan buah atau sayur. Dari situ dapat menghasilkan buah yang baik dan segar namun tidak sehat. Ulat saja tidak mau memakan buah atau sayur yang mengandung banyak bahan kimia. Mengapa kita mau?

Nah.. Sudah saatnya kita kembali ke organik. Bukan meninggalkan yang anorganik tetapi mengurangi konsumsi yang anorganik.
Bagaimana caranya?

Salah satu caranya adalah dengan menanam sayur dan buah sendiri dengan memanfaatkan lahan dibelakang, samping atau depan rumah kita. Kata lainnya adalah mendirikan Green House. Pembuatan atau pendirian Green House tidak membutuhkan lahan yang luas. Berapa meter  lahan yang kita punya itulah yang  kita manfaatkan. Tidak membutuhkan biaya yang mahal. Bisa menggunakan kayu untuk pondasinya dan menggunakan plasstik untuk penutupnya. Tapi jika kita menginginkan Green House yang besar dan bagus juga tidak masalah. Itu semua tergantung budget yang kita punya. Jangan memaksakan sesuatu yang malah membuat kita tercekik ya.

Untuk bibit awal kita bisa membelinya di toko bibiit. Untuk pupuk atau kokmpos kita bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan bekas sampah dapur. Sampah dapur bukan plastik dan sumbu kompor ya. Maksudnya adalah bekas irisan sayur mayur dan buah.

Hasil dari menanam secara organik ini memang lebih lama daripada penanaman yang menggunakan pupuk kimia. Namun inilah salah satu cara agar kita bisa mengurangi konsumsi yang anorganik. Mengurangi racun dalam tubuh dan menjaga kesehatan kita.
Dibawah ini adalah salah satu Green House yang ada di Sanggar Alfaz Desa Besuki Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Green House ini didirikan sejak tahun 2011. Green House ini sengaja dibuat besar sebagai sarana belajar untuk  anggota Sanggar Alfaz dan untuk warga Desa Besuki sendiri. Belajar dalam arti mereka bisa mengetahui bagaimana cara menanam, merawat dan memanen hasil yang mereka tanam. Dari sini mereka juga bisa belajar bagaimana cara bekerjasama dengan membagi menjadi beberapa kelompok untuk merawat tanaman setiap harinya.

Selain itu, tujuan dari dibangunnya Green House ini untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang mereka miliki untuk bertanam. Mayoritas masyarakat di desa ini bekerja sebagai petani. Namun setelah jebolnya tanggul penahan Lumpur Lapindo pada 26 November 2006 yang berada sekitar 500 meter dari desa ini membuat sebagian wilayah Desa Besuki dan sebagian lahan sawah atau pertanian di desa ini tenggelam. Dengan tenggelamnya lahan pertanian tersebut banyak warga yang  harus beralih profesi bahhkan mengaggur karena sulitnya mendapatkan pekerjaan baru. Dengan memanfaatkan lahan yang mereka punya akan mengobati rasa rindu masyarakat untuk bertanam.

Green House

Kembali ke organik dnegan menanam saur sendiri

Dalam gambar tersebut tampak anak-anak yang sedang memanen hasil Green House ini berupa sawi. Hasil dari Green House ini nantinya akan dibagiakan kepada masyarakat sekitar.

Ini adalah salah satu contoh perlunya memanfaatkan lahan yang ada. Selain menghasilkan sayur dan buah yang segar dan sehat juga bisa sebagai sarana pembelajaran untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: