Problem Tempat Parkir FST


Oleh : Daris Ilma

Semakin hari terlihat lokasi parkir di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) semakin tidak ‘karuan’. Tanah yang tidak rata karena akar pohon yang tumbuh disekitar lahan parkir menjadi penyebabnya. Selain itu, lahan parkir yang berlubang membuat kenyaman mahasiswa pemakai sepeda motor terganggu.

Khusniatul iffa salah seorang mahasiswi Biologi mengatakan bahwa area parkir di FST sudah luas, tetapi jalan yang tidak rata membuatnya merasa kesusahan dan tidak nyaman.

“Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna sepeda motor di FST ini mencapai dua ribu orang setiap harinya. Jika tidak diperbaiki maka kerusakan akan semakin buruk.” Jelas Ikhsanuddin, salah satu Juru Parkir di FST.

Keadaan ini bertambah buruk pada saat musim hujan. Tempat parkir yang berlubang dengan jalan yang tidak merata dan licin membuat kehkawatiran tersendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan sampai kapan fakultas akan turun tangan untuk menanganinya?
Permasalahan ini pun sempat dibahas oleh forum mahasiswa tetapi tidak ada proses kelanjutan dari pihak fakultas sendiri karena menyangkut dana yang tidak mencukupi. Masalah dana memang masalah yang cukup sering dibicarakan, terlebih dana yang dibicarakan tidak sedikit. Ini menjadi suatu problem tersendiri untuk pihak yang bertanggung jawab.

Masalah keuangan ini ternyata juga berkaitan erat dengan pembangunan beberapa gedung yang juga berlokasi dalam lingkungan FST. Pembangunan laboratorium biologi, dan pembangunan lantai 3 pada tahun kemarin disinyalir penyebabnya sehingga dana yang ada dialokasikan untuk pembangunan tersebut.

“Fakultas telah memprogramkan bukan tidak memperhatikan. Semua program itu ada perencanaan, perencanaan tidak hanya jalan begitu saja, namun itu perlu direncanakan menurut skala prioritas. Semua terkait dengan pembiayaan. Jika belum ada ya menunggu dulu bukan berarti tidak diperhatikan”, ujar Pak Sur selaku bagian sarana dan prasarana.

Pak Poniman yang juga salah seorang tukang parkir di FST memberikan komentarnya terhadap masalah ini.
“Sebenarnya pada tahun 2010 parkiran mobil di tempatkan di sebelah selatan gedung, sedangkan parkiran sepada motor di tempatkan di sebelah utara gedung. Karena terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) dan adanya pembangunan laboratorium di sebelah selatan gedung, maka parkiran mobil ada yang di tempatkan di sebelah utara gedung dan mengambil sebagian tempat parkir sepeda motor yang mengakibatkan bertambah sempitnya parkiran sepeda motor”

Berbeda dengan Pak Poniman, Pak Sur mengatakn bahwa banyak hal di luar program fakultas yang istilahnya emergency dan memang harus didahulukan, misalnya Blower Laboratorium Kimia yang rusak, plafon ruang baca yang jebol dan masih banyak lagi.
“Untuk perbaikan parkiran itu juga ada kendalanya. Akar pohon yang keluar menjadi sebab rusaknya parkiran tersebut, namun memang semua telah kita programkan”, ucap Pak Sur.

Semoga program perbaikan parkiran tersebut cepat terealisasikan agar mahasiswa dapat merasakan kenyamanan parkir di FST. Selain itu, kita sebagai mahasiswa FST harus mempunyai inisiatif untuk melakukan perbaikan ke depannya agar lebih baik. Salah satunya yaitu dengan mengadakan sebuah forum mahasiswa agar segala kendala yang berkaitan dengan infrastruktur dapat di pahami dengan jelas dan tidak terjadi kesalahpahaman bergai pihak serta mengajukan perbaikan sarana dan prasarana yang ada di fakultas Sains dan Teknologi ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: