Bayar Ikoma Dulu Baru Bisa Dapat SKP


Oleh : Daris Ilma

Berbagai persolan tentang Ikoma ternyata tidak juga usai. Setelah Forum Advokasi mahasiswa (FAM) melakukan aksi koin untuk Ikoma tentang pengelolaan dana dan posisi Ikoma di lembaga kampus belum memenemukan titik temu, kini terdengar kabar mengenai keterkaitan pembayaran Ikoma dengan  perolehan SKP. Menurut kabar yang beredar, mahasiswa yang belum melunasi pembayaran Ikoma tidak bisa mendapatkan SKP. Dari kabar ini terlihat bagaimana Iuran Ikoma telah berubah dari sifatnya yang sukarela menjadi  iuran “Wajib”. “Itu belum keputusan dari mahasiswa. Pihak BEM masih mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini.”  Ujar M. Arif (Ketua BEM FST) saat ditemui di kesekretariatan BEM.

Jika dilihat dari eksistensinya sebagai lembaga independen sebenarnya Ikoma turut berperan dalam rangka mendukung aktivitas mahasiswa. Banyak anggaran dana kegiatan yang pemasukan utamanya dari Ikoma. Hampir 70 % dana yang dipakai ormawa untuk kegiatan berasal dari Ikoma. Dana PKM, dana aktivitas mahasiswa tingkat regional nasional dan bahkan internasional hampir semuanya berasal dari Ikoma. “Tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran membuat Ikoma mempunyai unisiatif untuk menempuh cara ini agar mahasiswa mau membayar. Ini bisa dilihat dari banyaknya proposal yang masuk yang masih belum dicairkan dananya karena minimnya pemasukan.” Ujar Ahmad Saifur Rijal (Ketua Himbio).

Banyaknya mahasiswa yang belum membayar Ikoma ini dikarenakan belum merasakan esensi dari Ikoma.  Hanya mahasiswa yang aktif di organisasi yang merasakan esensi dari Ikoma karena banyaknya kegiatan yang mereka adakan, pemasukan utamanya berasal dari Ikoma. Perubahan sistem pembayaran dari 1.800.000 per semester yang kini berubah menjadi 600 ribu selama menjadi mahasiswa FST ternyata belum bisa merubah kondisi mahasiswa agar segera membayar. Dari situlah muncul kabar tentang keterkaitan pembayaran Ikoma dengan SKP.

“SKP adalah suatu timbal balik  yang saling menguntungkan. SKP bisa menambah poin untuk diakhir kuliah.  Jika ada keterkaitan SKP dengan pembayaran Ikoma itu adalah untuk memotivasi agar teman-teman marasa ada imbal balik dari pembayaran Ikoma. Kita print tugas dan sebagainya di Ikoma tidak membayar karena kita telah membayar uang Ikoma.” Tambah Ahmad Saifur Rijal (Ketua Himbio).

Lalu apa salah jika nantinya Ikoma mengeluarkan kebijakan tersebut?

M. Azzumar (Ketua Himafi) angkat bicara mengenai hal ini. “Saya setuju jika ada peraturan seperti itu agar mahasiswa termotivasi untuk membayar Ikoma sehingga anggran dana kegiatan yang kita ajukan bisa segera dicairkan.”

Untuk memperjelas kabar ini, pihak BEM  akan mengadakan pertemuan antara Ikoma, fakultas dan mahasiswa

“Dari mahasiswa kita ambil dari BEM, BLM dan BSO. BEM membuat cara pembentukan tim untuk ketemu angkatan tiap prodi. Jika kahima membutuhkan bantuan maka BEM bisa mmbantu.” Ujar ketua BEM.

Pihak BEM juga telah mempunyai solusi jika keterkaitan pembayarn Ikoma dengan SKP tidak disetujui.

“Jika tidak disepakati maka ada solusi lain seperti. 1) Bagi yang belum membayra Ikoma maka tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan ormawa. 2) Sertifikat kepengurusan tidak keluar dan tidak akan memperoleh stiker KTM.”

Semoga dari pertemuan itu dapat ditarik suatu keputusan yang saling menguntungkan baik dari pihak Ikoma maupun mahasiswa. Masalah yang selama ini muncul dikarenakan tranparanssi pengeluaran dana Ikoma yang terkesan ditutup-tutupi. Perlu dicarikan jalan keluar untuk masalah ini tetapi tanpa mengurangi eksistensi Ikoma sebagai satu pihak vital dalam mendukung  kelancaran proses belajar mengajar di kampus.

“Maka kata kunci untuk segera keluar dari permasalahan ini adalah reformasi birokrasi Ikoma, adanya jaminan akan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana Ikoma yang dapat diakses baik oleh pihak orang tua maupun mahasiswa.” Ucap Arif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: