Sarana dan Prasarana di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) Masih Buruk


Oleh : Daris Ilma

Masa kuliah adalah masa yang paling ditunggu bagi sebagian orang. Bahkan mungkin semua orang ingin menikmati bangku kuliah. Dari sini kita bisa melihat dunia dan mengukir sejarah pendidikan tentunya dengan tersedianya sarana prasarana yang baik dan lengkap. Tetapi bagaimana jika dalam menjalankan proses belajar kita terganggu dengan kurang lengkap atau kurang terawatnya sarana prasarananya?

Salah satu yang memegang peran penting dalam kelancaran proses belajar mengajar dan peningkatan prestasi akademik mahasiswa adalah sarana prasarana pendidikan.

Menurut salah satu situs milik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) terdapat 2 unsur sarana prasarana yang harus dipenuhi untuk menunjang proses belajar mengajar. 2 unsur itu adalah unsur utama dan unsur penunjang.
Unsur utama tersebut meliputi ruang kuliah, perrpustakaan, laboratorium, E-Learning, dan -INHERENT. Sedangkan unsur penungjang terdiri dari ruang rapat dosen, musholla, ruang kegiatan kemahasiswaan (student Centre), hall, tempat parkir, kantin, lapangan (bola, basket, voly) dan genset.

Tentunya unsur-unsur tersebut perlu mendapatkan pemeliharaan berkala. Jika sarana prasaran telah dibuat maka selanjutnya adalah kewajiban untuk merawatnya. Pemeliharaan sarana prasarana yang ada di universitas seharusnya dilakukan secara sentral oleh universitas, yakni dengan memakai jasa pihak ketiga baik untuk perawatan gedung maupun pemmeliharaan taman.

Sarana prasarana yang ada di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) telah memenuhi unsur-unsur yang disebutkan. Kurangnya kontrol dan perawatan yang kurang baik membuat sarana prasarana yang telah disediakan menjadi kurang bisa difungsikan dengan baik.

Hasil survey yang telah dilakukan membuka mata kita sejauh mana pihak pengelola sarana prasarana menunaikan kewajibannya. Dari hasil survey juga menunjukkan begitu banyaknya sarana prasarana yang mendapatkan kritikan dari kalangan mahasiswa.
Kamar mandi yang jauh dari kata bersih apalagi suci menempati posisi pertama dalam grafik. Selanjutnya ialah WiFi yang lemot. Data tersebut bisa dilihat pada grafik di bawah.

Saat dikonfirmasi ke Drs. Pujiyanto, M.S., Wakil Dekan II (Bidang Sumber Daya) tentang kurangnya perawatan berkala sarana prasarana yang ada ia menjawab,
“Semua itu perlu dana.” ia juga mengatakan kalau semua masalah itu akan ditangani.

“Karena kita masih ada keterbatasan anggaran maka dana akan dialokasikan sesuai prioritas” lanjutnya. Ketika ditanya jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan beliau tidak bisa memastikan kapan itu semua terselesaikan dikarenakan menungguu aliran dana dari Univerrsitas.

Selain masalah diatas, mahasiswa mempunyai beberapa usulan untuk menambah kenyamanan dalam proses belajar, diantaranya:
1. Pengadaan loker untuk mahasiswa ;
2. Perbanyak tempat sampah di setiap lokasi ;
3. Kursi yang reot segera diganti ;
4. Lantai 1 dan 2 dikeramik agar terlihat bersih ;
5. Perwujudan kawasan bebbas rokok secara tegas, dan
6. Musholla diperbesar.

“Mahasiswa juga mempunyai peran penting dalam menjaga sarana prasarana yang telah disediakan. Jika semua permasalahan itu hanya dibebankan pada pihak fakultas tanpa adanya peran dari mahasiswa itu sendiri maka masalah tersebut tidak akan dapat terselesaikan dengan baik.” Ujar Pak Puji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: