September 30, 2009
· Disimpan dalam cerpen · Tagged cerpen, daris, ramadhan
Suasana di kota Malang saat itu agak ramai. Jarum jam sudah berada pada angka 16:30, tapi Lila masih sibuk dengan pekerjaannya membersihkan rumah.
Remaja seumurannya terlihat sudah bersiap-siap untuk keluar dengan pasangannya masing-masing.Teman-temannya selalu mengajaknya ikut keluar tapi selalu saja mereka gagal. Ia tak peduli dengan hiruk-pikuk yang terjadi. Dalam genknya, hanya dialah yang tidak mempunyai pasangan.
Entah mengapa tak terbesit sedikitpun dalam pikirannya untuk memiliki pasangan. Teman-temannya selalu memberi wejangan agar ia mau membuka hati. Berbagai cara ditempuh oleh Dina, salah satu temannya yang paling cerewet. Sayang, usaha sebesar apapun yang Dina lakukan tak ada yang berhasil.
Di bulan ramadhan ini mereka menyusun rencana untuk Lila.
Baca entri selengkapnya »
September 30, 2009
· Disimpan dalam Puisi · Tagged cinta, Puisi
Cinta bisa hadir kapan saja
Cinta bisa tumbuh dimana saja
Cinta bisa pada siapa saja
Dan cinta tiada pernah memaksa
Baca entri selengkapnya »
September 11, 2009
· Disimpan dalam Puisi · Tagged cinta, Puisi, Sahabat
Ku menyayanginya sama seperti ku menyayangimu
Ku mencintaumu sama dengan ku mencintainya
Kalian ada di hatiku
Aku juga membutuhkanmu
Baca entri selengkapnya »
September 10, 2009
· Disimpan dalam cerpen · Tagged cerpen, guru, puasa, ramadhan
Ketika jarum jam telah berda pada pukul 7:00, para siswa-siswi segera memasuki rangan masing-masing. Jam pertama adalah waktunya pelajaran Kimia yang di ajar oleh Pak Mukhid. Pak Mukhid adalah guru yang kocak. Ia sealu memberi bumbu lelucon di setiap materiyang ia ajarkan agar suasana tidak terlalu tegang. Sayangnya, ada diantara kami yang memanfaatkan situasi seperti ini dengan bercanda yang terlalu.
“Anak-anak coba kalian buka Lembar Kerja Siswa (LKS) halaman 19.” Perintahnya selesai membaca doa.
“Bagaimana puasanya anak-anak? Apa sudah ada yang bolong?” tanyanya masih dengan gaya yang khas. Senyum mencuat dari bibirnya ditambah dengan lesung pipinya membuat kami senang padanya. Rambutnya yang keriting bisa jadi tempat singgah yang nyaman bagi burung. he…he… bercanda lho Pak!
Baca entri selengkapnya »
September 10, 2009
· Disimpan dalam Puisi · Tagged puasa, Puisi, ramdhan, sholat
Sayup-sayup adzan subuh terdengar
Membangunkan insan di bumi
Begitu mendamaikan hati
Begitu menentramkan jiwa
Baca entri selengkapnya »
September 8, 2009
· Disimpan dalam Puisi · Tagged Puisi
September 8, 2009
· Disimpan dalam Puisi · Tagged cinta, Puisi
Cinta bisa hadir kapan saja
Cinta bisa tumbuh dimana saja
Cinta bisa pada siapa saja
Dan cinta tiada pernah memaksa
Baca entri selengkapnya »
Maret 15, 2009
· Disimpan dalam berita
Dua bulan terakhir, warga Ketapang Keres, Desa Ketapang, Kecamatan Porong, Sidoarjo merasa resah dengan munculnya buih-buih gas di Sungai Gede atau Pembuangan. Selain buih gas, beberapa rumah warga di dekat lokasi buih mulai retak-retak.

buih yang terlihat di sungai pembuangan
Ketapang Keres terletak di sepanjang tepian Sungai Gede. Daerah ini berada hanya 200 meter sebelah barat tanggul lumpur Lapindo. Karena itu, buih gas yang muncul merupakan bagian dari aktivitas semburan gas dan lumpur di dalam tanggul. Baca entri selengkapnya »
Maret 15, 2009
· Disimpan dalam cerpen

smp 2 porong yang tenggelam oleh lumpur lapindo
Tet…tet…tet…
Bel pulang pulang sekolah telah berbunyi semua anak mengemasi peralatannya. Lalu duduk rapi menunggu guru mengucapkan kata–kata terakhirnya setelah 2 jam lamanya ceramah tanpa lelah. Detik-detik yang di tunggu telah tiba.
“Sekian pelajaran untuk hari ini pesan saya kerjakan tugasnya dan hati–hati dijalan. Wassalamualaikum!”
Waalaikum salam!” jawab semua serentak seperti paduan suara. Sang guru telah hilang dari padangan. Seperti orang yang takut ketinggalan kereta, aku dan yang lain berebut menuju pintu. Baca entri selengkapnya »