C I N T A

Dimanakah Cinta?

Cinta bisa hadir kapan saja
Cinta bisa tumbuh dimana saja
Cinta bisa pada siapa saja
Dan cinta tiada pernah memaksa

Cinta tak hanya di ucapkan
Tapi juga dirasakan
Cinta hadir dalam jiwa
Yang didasari ketulusan cinta

Bukan sekedar I Love You
Juga bukan bujuk rayu
Cinta itu tulus
Dan bisa membius

Bercak

Bercak di kegelapan malam
Tak kan bisa dilihat
Jika kau masih terbawa
Oleh semilir angin

Lihatlah
Diam di tempat
Dan rasakan

Kini apa yang kau lihat?
Hitam?
Putih?
Merah?
Ataukah hijau?

Kematian

Terbangun tiada arti
Ku kira ku tlah mati
Tapi tidak!
Tuhan masih memberikan jejak

Ini yang tak ku inginkan
Terjadinya perselisihan
Yang membuatku tersiksa
Entah salah siapa

Read the rest of this entry

Malam Tanpa Bintang

Waktu malam tiba
Ku lihat ke atas sana
Tak ada bulan maupun bintang
Gelap Gulita

Malam kembali datang
Ku lihat lagi ke atas sana
Tak ku lihat apa-apa
Hanya sinar ampu yang menerangi

Read the rest of this entry

Kami adalah Rakyat

Kami rakyat
Yang kecil, miskin, lugu
dan yang tidak pernah sekolah
Butuh bantuanmu

Read the rest of this entry

Bisikan Kami

Kami berbiisik pada wakil rakyat
Yang katanya pro rakyat
Bisikan kami sungguh singkat
Namun sangat kuat

Dengarlah bisikan kami
“Jujur, tegas dan adillah”
Hanya itu bisikan kami
Sekian terimakasih

Pengecut

Kalian adalah para pengecut
Yang bersembunyi dibalik kursi kekuasaan
Kau kerahkan bandit-banditmu
Untuk menghadapi rakyat

Read the rest of this entry

Mereka Yang Masih Berjuang

Lihatlah rakyat
Yang berjuang
Demi tanahnya
Yang kau rebut

Lihatlah rakyat
Yang berjuang
Demi hidupnyya
Yang kau cabut

Mereka bermodal kayu dan batu
Sementara kau bermodal senjata dan peluru
Kau hadiahkan mereka hujan peluru
Demi menghapus dahaga mereka akan kebebasan
Dan kemerdekaan yang KAU rebut Read the rest of this entry

Aku dan Mimpiku


mimpi itu.....

Mimpi
Kini mimpiku menjadi nyata
Bukan sekedar angan belaka
Aku ingat
Jalan terjar yang kulalui untuk menggapai mimpi itu

Mimpi
Setelah berhasil menggapai mimpi
Kenapa ku seperti ini?
Aku tak mengenal diriku sendiri

Read the rest of this entry

Dimanakah Cinta?

Cinta bisa hadir kapan saja
Cinta bisa tumbuh dimana saja
Cinta bisa pada siapa saja

Dan cinta tiada pernah memaksa

Read the rest of this entry

Bingung

Mulai
Kini ku mulai ketakutan
Hidup yang ku inginkan
Baru sebentar ku jalani

Read the rest of this entry

Sholat

Sayup-sayup adzan subuh terdengar
Membangunkan insan di bumi
Begitu mendamaikan hati
Begitu menentramkan jiwa

Read the rest of this entry

Baru Kali Ini Ku Lihat Dia Marah

 Ketika jarum jam telah berda pada pukul 7:00, para siswa-siswi segera memasuki rangan masing-masing. Jam pertama adalah waktunya pelajaran Kimia yang  di ajar oleh Pak Mukhid. Pak Mukhid adalah guru yang kocak. Ia sealu memberi bumbu lelucon di setiap materiyang ia ajarkan agar suasana tidak terlalu tegang. Sayangnya, ada diantara kami yang memanfaatkan situasi seperti ini dengan bercanda yang terlalu.
“Anak-anak coba kalian buka Lembar Kerja Siswa (LKS) halaman 19.” Perintahnya selesai membaca doa.
“Bagaimana puasanya anak-anak? Apa sudah ada yang bolong?” tanyanya masih dengan gaya yang khas. Senyum mencuat dari bibirnya ditambah dengan lesung pipinya membuat kami senang padanya. Rambutnya yang keriting bisa jadi tempat singgah yang nyaman bagi burung. he…he… bercanda lho Pak!

Read the rest of this entry

Cinta dan Penghianatan

Ku menyayanginya sama seperti ku menyayangimu
Ku mencintaumu sama dengan ku mencintainya
Kalian ada di hatiku

Aku juga membutuhkanmu

Read the rest of this entry

Berkah Ramadhan

Suasana di kota Malang saat itu agak ramai. Jarum jam sudah berada pada angka 16:30, tapi Lila masih sibuk dengan pekerjaannya membersihkan rumah.

Remaja seumurannya terlihat sudah bersiap-siap untuk keluar dengan pasangannya masing-masing.Teman-temannya selalu mengajaknya ikut keluar tapi  selalu saja mereka gagal. Ia tak peduli dengan hiruk-pikuk yang terjadi. Dalam genknya, hanya dialah yang tidak mempunyai pasangan.

Entah mengapa tak terbesit sedikitpun dalam pikirannya untuk memiliki pasangan. Teman-temannya selalu memberi wejangan agar ia mau membuka hati. Berbagai cara ditempuh oleh Dina, salah satu temannya yang paling cerewet. Sayang, usaha sebesar apapun yang Dina lakukan tak ada yang berhasil.
Di bulan ramadhan ini mereka menyusun rencana untuk Lila.

Read the rest of this entry

Kisahku

Hampir 12 tahun sudah aku duduk di bangku sekolah. Mengenyam pendidikan yang semakin tahun semakin susah untuk didapatkan. Banyak anak yang putus sekolah. Beralih pada pekerjaan yang menghasilkan uang. Mungkin yang ada di benak mereka adalah “Daripada sekolah menghabiskan uang, lebih baik bekerja menghasilkan uang.” Di perempatan jalan dan lampu merah mereka mencari rezki. Apapun mereka lakukan agar dapat merasakan sesuap nasi. Membersihkan kaca mobil, mengamen bahkan meminta-minta. Mereka semua adalah mereka yang tidak bisa merasakan bangku sekolah. Mereka masih seumuran denganku, bahkan ada yang masih seumuran dengan adikku yang kini kelas 5 SD.

Aku adalah salah satu dari mereka yang berutung. Aku sangat bersyukur atas semua yang ada padaku. Aku bisa merasakan indahnya bangku sekolah selama hampir 12 tahun. Masa-masa indah yang aku rasakan selama sekolah mungkin tak pernah dirasakan oleh mereka yang putus sekolah. Ya… aku memang beruntung.

Saat lulus SD aku mendaftar ke Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN). Dan keberuntungan itu berpihak padaku. Aku diterima di salah satu SMP Negri yaitu Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 2 Porong.

Setiap manusia tak selamanya memperoleh keberuntungan dalam hidupnya. Begitu pula denganku. Saat aku kelas 2 SMP, sekolah tempat aku menuntut ilmu tenggelam oleh Lumpur Lapindo. Semua pasti tahu apa, siapa dan bagaimana Lumpur lapindo itu. Aku dan seluruh siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 2 Porong harus berkali-kali berpindah tempat agar kami tetap mendapatkan pelajaran.

Terakhir kalinya kami harus menumpang di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) 1 Porong. Lokasinya sangat jauh dari rumahku. Setiap hari aku harus mengayuh sepedaku sejauh 4 km. Bisa dibayangkan, di siang yang terik saat sebagian orang sedang beristirahat dari segala kativitasnya, aku dan yang lain harus berangkat sekolah. Baru ketika aku kelas 3, hati pihak lapindo tergelitik untuk mengantarkan kami yang rumahnya jauh dari lokasi sekolah. Mereka mengirimkan beberapa truk polisi untuk mengantar kami.
Read the rest of this entry

Bumiku Sayang Bumiku Malang

Bumi semakin panas
Pemikiran orang semakin tak waras
Menghalalkan segala cara
Demi memuaskan nafsunya

Ah…..
Aku ingin menikmati
Kehangatan dan kesejukan bumi
Seperti waktu itu
Sebelum ada kamu
Penjahat….
Pembunuh….
Korporasi

Titik Temu

Dimana kaki berpijak
Disitulah terlihat adanya kehidupan
Dimana kaki melangkah
Disitulah tempat yang kan tertuju

Kehidupan ini bagaikan sebuah garis
Garis yang membawa kita
Pada suatu titik temu
Ya.. itulah akhir kehidupan

Pada garis ini
Kan ada kesulitan dan rintangan
Bila kita sabar dan tenang
Pasti hidup ini menyenangkan

Malam Tanpa Bintang

Waktu malam tiba
Ku torehkan wajah ke atas sana
Tak ada bulan maupun bintang
Gelap gulita

Malam kedua tiba
Ku torehkan lagi wajahku ke atas sana
Tak ku lihat apa-apa
Hanya sinar lampu yang menerangi
Malam ketiga pun tiba
Lagi-lagi Ku torehkan wajahku ke atas sana
Baru ku lihat ada bulan dan bintang
Yang rukun menyinari bumi

Mengapa kau baru menampakkan diri?
Apa yang terjadi?
Akankah langit gelap selamanya?
Atau terang hanya pada waktunya?

Bunuh Diri Ekologi (Massal)

Bunuh diri itu dosa
Bunuh diri bukan takdir
Bunuh diri bisa dihindari
Bunuh diri adalah pilihan terakhir
Setelah kau tidak mampu
Menanggung bebab dosamu

Jika kau, aku, kita
Tidak membiarkan penggundulan hutan  dan gunung
Pembongkaran isi perut bumi
Pencemaran lingkungan

Saudaraku semua! Sadarlah!
Bahwa daratan tempat kita berpijak ini
hanyalah dua pertiga air
Pelan tapi pasti kita akan tenggelam
Dalam samudra dan planet ini
Tanpa penghuni

Ingin selamat?
Atau justru mempersiapkan diri
Untuk bunuh diri bersama-sama?

Kekuatan Hitam

Gemuruh suara membangunkan tidurku
Nampaknya bukan hanya aku
Semua orang berbondong ke arah suara itu

Read the rest of this entry

Untuk Sahabat

Perih, sakit dan terluka
Ketika melihatnya dengan yang lain
Tapi dia bukan orang lain
Dia adalah sahabatku

Hati ini menahan semua yang terjadi
Hati serasa tak sanggup lagi
Untuk sembunyikan parasaan aku sebanarnya
Aku suka dia…saat pertama berjumpa

Tapi nasi sudah menjadi bubur
Membiarkan semua berlalu dengan sendirinya
Dia selalu becerita (sahabat)tentangnya
Pada diri dan hati yang telah hancur ini

Ku harus bagaimana?
Senang ataukah sedih?
Senang karena melihatnya bahagia?
Ataukah sedih melihat semua yang terjadi

Tempat Terindah

Ditempat  yang suci ini
Kucurahkan semua isi hatiku pada-Mu
Ditempat yang suci ini
Kuberitahu semua kejadian yang ku alami

Ditempat yang suci ini
Ku memohon pada-Mu
Meminta pertolongan-Mu
Ditempat yang suci ini
Kuberlindung pada-Mu
Dari godaan yang menggoyahkan imanku

Read the rest of this entry

Perpisahan

Desir angin membelai rambut
Agar ku sadar
waktu terus berjalan
Risau yang meliputi
Ingin ku buang jauh
Sebelum ke lubang yang dalam

Lambai tanganku untukmu
Mata tertuju padaku
Tumpukan batu permata dalam hati
Enggan ku lepaskan

Read the rest of this entry

Pacarku Bukan Cinta Pertamaku

“Eh..turun dong!”

“Nggak ah! Enakan di sini!”

“Jangan curang gitu dong!” ucap Rara jengkel

“Ha..ha..ha! Awww……Sakit tau! Ntar gue jatuh!” kerikil kecil menembakinya dari bawah.

”Biarin! Kamu sih curang!”

”Curang apanya?”

”Udah cepet turun! Aku dah ngiler nih!”

”Ya..ya..nih aku mau turun! Ra tangakap buahnya!!”

”Ra siapa?” serentak kami bertanya.

”Maksudku Dara”

”Tumben manggil aku Dara?”

”Ehmmmm pengen aja!”

Satu persatu buah dijatuhkan dari ketinggian 3 meter. Tinggal satu buah lagi. Tapi ada yang janggal.

”Masih ijo kok kamu ambil sih?” tanyaku

”Udah tangkap aja! Cerewet!”

Plug….

”Awww……Ihhhhh rese’ banget! Awas lo!” ucapku sembari mengusap kasar dahi mulus ku.

Ternyata itu salah satu rencananya. Buah yang masih hijau itu bukan untuk dimakan tapi untuk membuat dahiku benjol.

Aku masih berumur 9 tahun. Kini aku mulai mengenal apa itu persahabatan. Setiap hari aku, Dodi, Zahra, dan Rara berkumpul di halaman belakang rumah ku. Nama kami berahkir dengan ”Ra”. Jadi jika da yang memanggil salah satu dari kami dengan sebutan Ra, kami selalu menjawab ”Siapa?” tapi Dodi selalu memanggilku Toto. Entah mengapa dia memanggil aku seperti itu.

Read the rest of this entry

Tak Kunjung Sampai

Ku tuliskan surat ini untukmu
Wakil isi hatiku padamu
Tapi mengapa surat ini
Tak kunjung sampai?

Read the rest of this entry

Hidup

Duduk termenung
Dikala senja tiba
Entah apa yang terbayang
Hingga ku merasa gundah

Pahit manis hidup ini
Ku sambut dengan senyum
Suka duka perjala hidup ini
Ku jalani dengan ikhlas

Kadang
Dikala duka tiba
Aku merasa bahwa Dia tak adil pada diri ini
Dan dikala duka menyapa
Ku rasa bisa hidup lebih lama lagi

Harapan

Salahkah hati ini
Yang terlalu berharap akan cinta
Meskipun ku tahu
Kau telah memiliki

Hati ini selalu resah
Bila tak melihatnu semenit saja
Ku berharap akan anugrah
Dari tuhan yang maha esa

Ku ingin kau tahu
Betapa besar cintaku padamu

Lihatlah aku!

Sholat

Sayup-sayup adzan subuh terdengar
Membangunkan insan di bumi
Begitu mendamaikan hati
Begitu menentramkan jiwa

Asshollatukhoirum minannaum
Bangunlah…bangunlah
Karena sesungguhnya
Sholat itu lebih baik daripada tidur

Sayup-sayup adzan berkumadang
Bangunlah…bangunlah
Sholatlah…sholatlah
Sebelum kamu di sholati

IBU

9 bulan kau mengandungku
Dengan penuh kasih sayang
Dan kau lahirkan aku
Dengan penuh pengorbana

Diwaktuku kecil
Kau mengasuhku
Dengan kehanatan kasihmu
Kau mengajariku arti kehidupan

Kini aku telah dewasa
Dan kau semakin tua
Begitu banyak pengorbananmu
Begutu banyak pula anak yang durhaka padamu
Kau masih saja setia
Menuntunnya ke jalan mulia

Read the rest of this entry

Negeri Badut

Badut…Badut…Badut…
Badut desa
Badut kota
Badut Negara
Badut rakyat
Badut tokoh rakyat
Badut penguasa rakyat
Badut penipu rakyat
Badut rohaniawan Badut-Badut
Badut ibu
Badut bapak
Badut yang mulya
Badut yang terhormat
Badut yang hina
Badut Badut memuakkan menjijikkan
cih!!!

Pesan Sang Raja

Hening
Sunyi
Rakyatku terimakasih atas usahamu
Jerih payahmu untuk menjadikan aku
Sebagai pemimpinmu
Kau korbankan harta bendamu
Bahkan jiwa dan ragamu demi kekuasaanku

Read the rest of this entry

KAU

Kemarin kau datang dengan mobil mewah
Kau pamerkan hartamu
Dan kau bagikan uangmu pada warga
Kaupun dipuji karma topeng dermawanmu

Kini kau datang lagi
Dengan mobil-mobil besar dan berat
Kau bangun jalan tol
Kau bangun jembatan
Lalu kau bangun kilang minyak kilang dan gas
Kaupun dipuji atas karya besarmu

Mahakarya kesengsaraan rakyat
Mahakarya kehancuran alam semesta
Mahakarya retorika sejarah
Mahakarya tai anjing
Cih!!

Tertipu

Rumahku adalah surgaku
Kampungku adalah ruang bermainku
Disana kami bersukaria
Petanipun bahagia

Tapi kini semua tinggal cerita
Kau tipu aku dengan pembangunan
Dan pondasi bangunan itu adalah deritaku

Read the rest of this entry

Tanyakan

Negara
Agama
Penguasa
Mengapa harus ada?
Mengapa harus ini?
Mengapa harus itu?
Tidak boleh begini?
Tidak boleh begitu?
Mengapa-mengapa?
Mengapa tidak bebas memilih?

Tempat Terindah

Ditempat yang suci ini
Kucurahkan semua isi hatiku pada-Mu
Ditempat yang suci ini
Kuberitahu semua kejadian yang ku alami

Read the rest of this entry

AYAH

Sosokmu yang selalu di hatiku
Takkan pernah terlupakan
Engkau yang selalu menemaniku
Dalam suka maupun duka

Engkau yang selau menghiburku
Disaat aku merasa sedih
Hanya engakau yang bisa mengerti aku
Dengan segala kekuranganku

Ayah
Engkau bagaikan seorang ibu
Yang selalu menyayangiku
Engakaulah pengganti sosok ibu di hatiku

IBU

9 bulan kau mengandungku
Dengan penuh kasih sayang
Dan kau lahirkan aku
Dengan penuh pengorbana

Diwaktuku kecil
Kau mengasuhku
Dengan kehanatan kasihmu
Kau mengajariku arti kehidupan

Kini aku telah dewasa
Dan kau semakin tua
Begitu banyak pengorbananmu
Begutu banyak pula anak yang durhaka padamu
Kau masih saja setia
Menuntunnya ke jalan mulia

Memang
“Kasih ibu sepanjang masa
Kasih anak sepanjang galah”

Lumpur

Sampai kapan kau akan menyembur?
Sampai kapan kau akan menenggelamkan bumi pertiwi?
Sampai kapan kau akan merenggut senyum kami?
Sampai kapan kau akan mencabut nyawa kami?

Ya! Kamu!
Lumpur Lapindo
Lumpur Sidoarjo
Lumpur penderitaan
Lumpur Kesialan

Karena kamu kami menderita
Karena kamu hidup kami menjadi sial
Karena kamu aku kehoilangan orang yang aku sayangi

Sakit
Perih
Sumpah serapah
Dengan mudah keluar dari mulutku
Untukmu penimbul bencana
Lumpur Lapindo

Untukmu Para Penguasa

Wahai Bapak dan Ibu
Yang memiliki kursi kekuasaan di negeri ini
Sampai kapan kami dibodohi dengan janji-janji palsumu
Jangan angkat taangankarena kami tak angkat topi

Tahukah anda
Kami menangis
Kami menderita
Bahkan kami meninggal
Setelah mendengar apa yang anda putuskan

Kami menangis karena tiada keadilan di bumi pertiwi
Kami menderita karena tiada keadilan di bumi pertiwi
Kami meninggal karena tiada keadilan di bumi pertiwi
Dengarkanlah rintihan kami

Allah

Saat hati terasa sesa

aq ingin mengeluarkannya sejenak

Untuk mengurangi sesak di dada

Tapi siapa yang bisa?

Sahabat?

Aku tak bisa menceritakannya padamu

Aku takut jika tak lagi sejalan

Kau akan mengobralnya

Read the rest of this entry

Ampuni Kami

Rasa takut itu
Semakin kuat
Ketika kubaca
Ayat-ayat Mu

Takut akan siksa Mu
Takut akan neraka
Takut akan adzab Mu
Takutt tak bisa bertemu dengan Mu

Read the rest of this entry

Asing Terasingkan

saat tidak terbiasa

maka semua akan terasa asing

saat ku melihat kembali kata demi kata

aku merasa asing

saat otak tak diasah

kebodohan adalah raja

sama seperti ku saat ini terasingkan dalam kata-kata

terasingkan dalam pikiran

bagaimana untuk memulainya kembali?

Sumpah Pemuda Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia

Dengan ini menyatakan

Filosofi pendidikan

Yang membebankan peserta didik layaknya mesin

Kami putra dan putri Indonesia

Dengan ini menyatakan

Alergi terhadap sistem pengajaran

Yang lebih menganut pada kurikulum

Yang telah basi

Read the rest of this entry

Negeri Badut

Badut Badut Badut
Badut desa
Badut kota
Badut Negara
Badut rakyat
Badut tokoh rakyat
Badut penguasa rakyat
Badut penipu rakyat
Badut rohaniawan Badut- Badut
Badut ibu
Badut bapak
Badut yang mulya
Badut yang terhormat
Badut yang hina
Badut Badut memuakkan menjijikkan
cih

Pesan Sang Raja

Hening
Sunyi
Rakyatku terimakasih atas usahamu
Jerih payahmu untuk menjadikan aku
Sebagai pemimpinmu
Kau korbankan harta bendamu
Bahkan jiwa dan ragamu demi kekuasaanku

Rakyatku
Demi kedamaian negri ini
Aku harus menutup matamu
Aku harus membungkan mulutmu
Aku harus menyumbat telingamu
Aku harus memborgol tanganmu
Aku harus merantai kedua kakimu

Rakyatku
Jangan mimpikan kebenaran
Jangan mimpikan keadilan
Jangan mimpikan kebebasan

Demi kedamaian
Kebodohan harus tetap dilestarikan
Terimakasih rakyatku

KAU

Kemarin kau datang dengan mobil mewah
Kau pamerkan hartamu
Dan kau bagikan uangmu pada warga
Kaupun dipuji karma topeng dermawanmu

Kini kau datang lagi
Dengan mobil-mobil besar dan berat
Kau bangun jalan tol
Kau bangun jembatan
Lalu kau bangun kilang minyak kilang dan gas
Kaupun dipuji atas karya besarmu

Mahakarya kesengsaraan rakyat
Mahakarya kehancuran alam semesta
Mahakarya retorika sejarah
Mahakarya tai anjing
Cih…

Itu

Itu
Aku kembali merasakan itu
Itu…..
Satu kata yang tak bisa kusebut
Itu…
Satu kata yang dulu pernah hilang
Dari memori otakku

Read the rest of this entry

Kekuatan Doa


Doa itu tak bisa didengar
Doa itu tak bisa dilihat
Doa juga tak bisa diraba
Tapi doa bisa dirasakan

Kekuatan doa
Melebihi kekuatan tiupan angin topan
Sungguh aku tak bisa berkata
Saat doa itu dikabulkan
Oleh Yang Maha Kuasa

Aku hany bisa berkata dalam hati
Subhanallah
Alhamdulillah
Trimakasih Ya Allah
Engkaulah dzat yang maha segalanya

Merdeka Gag Ya?

Saat semua bilang merdeka

Aku bilang belum

Saat semua menghadiri kemerdekaan

Aku memilih untuk tidur

 

Dan kini aku tak tahu

Apa yang akan kukatakan untuk Indonesiaku

Tapi aku tahu apa yang harus kulakukan

 

 

IBU

emak
ketulusan sang ibu

Ibu

Ketika mulut ini masih asing untuk mengenal kata

Kau ajarkanku berbicara

Ketika kaki ini msih tak mampu untuk berjalan

Kau ajarkan aku untuk berdiri

Ketika raga ini sakit

Kau kerahkan berbagai cara agar aku kembali tersenyum

Ketika hati ini masih tak  mengenal apa itu cintaku

Kau berikan kasihmu yang membuatku mencintaimu

Read the rest of this entry

IBU

Siapakah ibuku?
Anak siapa aku?
Apa yang akan ku jawab
Kala seorang bertannya siapa aku?

Sebegitu kejamkah dirimu?
Tak berlakukah
“Kasih ibu sepanjang masa?”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.